Sabtu, 05 Juni 2010 12:38//suaramedia.com
CANBERRA (Berita SuaraMedia) - Jupiter kembali dihantam benda asing. Peristiwa itu direkam oleh seorang astronom amatir di Australia, Anthony Wesley, ketika mengamati planet gas raksasa itu, Kamis 3 Juni 2010.
Menurut Wesley, benturan kosmik itu menimbulkan kilatan cahaya. Tampaknya benda asing tersebut terbakar dalam lapisan atmosfer Jupiter.
"Saya tidak percaya saat melihat sendiri kilatan cahaya itu," kata Wesley seperti yang diberitakan kantor berita Associated Press. "Bola api itu berlangsung sekitar dua detik dan sangat berkemilau," lanjut Wesley.
Dia dikenal sebagai seorang pemrogram komputer yang juga reputasi bagus di kalangan para astronom profesional karena hobi memantau benda-benda di luar angkasa. Maka, setelah mengabadikan peristiwa itu, Wesley segera memberitahu para profesional dan juga sesama pemantau amatir.
Penemuan Wesley itu dibenarkan oleh sesama astronom amatir di Filipina.
Menurut kalangan ilmuwan, berdasarkan kilau cahaya yang tidak berlangsung lama dan tiadanya bekas tubrukan, benda yang menghantam Jupiter itu kemungkinan adalah meteor.
"Kami belum pernah melihat hal seperti ini" kata peneliti dari Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA), Glenn Orton. Pada 1994, Jupiter juga dihantam oleh pecahan-pecahan komet bernama Shoemaker-Levy 9.
Sebenarnya hal ini bukanlah yang pertama dialami Jupiter, Pada Bulan Juli Tahun Lalu, Sebuah komet atau asteroid telah masuk ke planet Jupiter, sehingga membuat lubang putih yang diperkirakan sebesar Bumi.
Laboratorium Propulsi Jet milik NASA telah mengkonfirmasikan penemuan saya melalui teleskop infrared raksasa yang ada di Mauna Kea, Hawaii, ujar Wesley.
Berita penemuan lubang putih dengan diameter dari teleskop sebesar 14,5 inci oleh Wesley tersebut mengguncang dunia astronomi. Para ilmuwan berkata tubrukan akan berakhir beberapa hari lagi.
Wesley menceritakan, ia membutuhkan 30 menit untuk mempercayai titik hitam yang mulai memutari awan Jupiter sejak 19 Juli dan akhirnya menubruk planet terbesar dalam tata surya kita. Ini tubrukan pertama yang dilihat astronom sejak tubrukan komet sebelumnya yang terjadi pada Juli 1994.
"Saya kira itu hanya kejadian biasa saja" ujarnya di website-nya .(ar/vs/bpn) www.suaramedia.com
Menurut Wesley, benturan kosmik itu menimbulkan kilatan cahaya. Tampaknya benda asing tersebut terbakar dalam lapisan atmosfer Jupiter.
"Saya tidak percaya saat melihat sendiri kilatan cahaya itu," kata Wesley seperti yang diberitakan kantor berita Associated Press. "Bola api itu berlangsung sekitar dua detik dan sangat berkemilau," lanjut Wesley.
Dia dikenal sebagai seorang pemrogram komputer yang juga reputasi bagus di kalangan para astronom profesional karena hobi memantau benda-benda di luar angkasa. Maka, setelah mengabadikan peristiwa itu, Wesley segera memberitahu para profesional dan juga sesama pemantau amatir.
Penemuan Wesley itu dibenarkan oleh sesama astronom amatir di Filipina.
Menurut kalangan ilmuwan, berdasarkan kilau cahaya yang tidak berlangsung lama dan tiadanya bekas tubrukan, benda yang menghantam Jupiter itu kemungkinan adalah meteor.
"Kami belum pernah melihat hal seperti ini" kata peneliti dari Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA), Glenn Orton. Pada 1994, Jupiter juga dihantam oleh pecahan-pecahan komet bernama Shoemaker-Levy 9.
Sebenarnya hal ini bukanlah yang pertama dialami Jupiter, Pada Bulan Juli Tahun Lalu, Sebuah komet atau asteroid telah masuk ke planet Jupiter, sehingga membuat lubang putih yang diperkirakan sebesar Bumi.
Laboratorium Propulsi Jet milik NASA telah mengkonfirmasikan penemuan saya melalui teleskop infrared raksasa yang ada di Mauna Kea, Hawaii, ujar Wesley.
Berita penemuan lubang putih dengan diameter dari teleskop sebesar 14,5 inci oleh Wesley tersebut mengguncang dunia astronomi. Para ilmuwan berkata tubrukan akan berakhir beberapa hari lagi.
Wesley menceritakan, ia membutuhkan 30 menit untuk mempercayai titik hitam yang mulai memutari awan Jupiter sejak 19 Juli dan akhirnya menubruk planet terbesar dalam tata surya kita. Ini tubrukan pertama yang dilihat astronom sejak tubrukan komet sebelumnya yang terjadi pada Juli 1994.
"Saya kira itu hanya kejadian biasa saja" ujarnya di website-nya .(ar/vs/bpn) www.suaramedia.com

Temuan itu diungkap oleh para astronom dari Universitas California Santa Cruz. Steven Vogt, salah satu anggota tim, menyatakan, terdapat kondisi yang menunjang bagi adanya air di sana. Karenanya Vogt yakin manusia bisa hidup dan menetap. Tapi, beberapa astronom lain mengingatkan bahwa temuan ini masih terlalu dini.
Debu berasal dari permukaan asteroid Itokawa yang berjarak 2 miliar km dari Bumi. Hayabusah yang berarti elang, menempuh perjalanan selama 7 tahun untuk sampai ke asteroid itu.
Sebagian pemerhati sains dan wartawan menduga peneliti NASA telah melacak makhluk angkasa yang berada di salah satu bulan Saturnus, Titan, yang mampu hidup pada kondisi lingkungan penuh gas beracun.

Sebelum itu, tepatnya pada 2005, Deep Impact telah sampai ke Komet Tempel 1. Ia meluncurkan alat peneliti ke permukaan planet untuk mempelajari komposisi komet tersebut.
Penelitian dilakukan di dua tempat, yakni melalui Keck di Hawaii dan teleskop besar di Cile. Keduanya melingkupi pengamatan di langit selatan dan utara. Dari situ diketahui, unsur alpha punya perbedaan di angkasa. Di langit utara, struktur tetap ternyata bisa mengecil seiring bertambahnya jarak. Sedangkan, kebalikannya terdapat di langit selatan




